kelompok 1

Selasa, 18 Oktober 2011

Nama      : Ainul idham
TTL         : Palu, 21 April 1993
Sekolah   : STT-PLN Jakarta
Jurusan    : Teknik Informatika
Kelas      : B


 idham099.blogspot.com

Minggu, 16 Oktober 2011

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam Penggunaan Komputer

Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam Penggunaan Komputer. Belakang ini komputer merupakan salah satu saran utama yang meliputi seluruh aspek pekerjaan. Sepertinya komputer semakin hari semakin susah untuk dihindari, semu lini dari kehidupan sudah dimasuki oleh penggunaan komputer. Bahkan anak-anak pun sudah disuguhi dengan penggunaan komputer dalam melakukan aktifitas belajar mengajar.

Walau kebanyakan orang masih beranggapan bahwa penggunaan komputer masih untuk para pekerja kantoran saja yang mengharuskan untuk menggunakan komputer agar pekerjaan mereka lebih mudah dan cepat, namun anggapan seperti itulah yang membuat mereka terlena bahwa mereka secara tidak langsung juga sudah ketagihan dengan penggunaan komputer.

Bahkan tidak hanya remaja saja yang ketagihan dengan penggunaan komputer seperti untuk mencari teman via Facebook, Twitter, Friendster dll yang berhubungan dengan jejaring sosial selain itu banyak juga para orang tua yang mulai tak bisa menahan diri untuk juga bisa mencicipi informasi melalui dunia internet yang semakin hari semakin mempermudah untuk mendapatkan informasi terbaru walau hanya dengan duduk sebentar dan berselancar untuk mencari berita-berita yang fresh dan terbaru.

Kegiatan-kegiatan tersebutlah yang membuat orang bahkan lupa kalau dia sudah seharian berada didepa komputer bahkan ada juga yang sampai lupa bahwa dia belum makan siang dan ada juga yang bagadang sampai subuh seperti para blogger seperti saya ini. Hehehehe.

Berlama-lama duduk didepan komputer dan ada pula yang dilakukan secara terus-menerus inilah yang membuat beberapa keluhan-keluhan akibat penggunaan komputer yang berlebihan misalnya
- Otot leher terasa pegal dan bahkan kaku pada urat-urat leher
- Pandangan mulai tidak jelas (kabur),
- Sering kesemutan
- Perut mual-mual
- Sakit pinggang
- Dan lain sebagainya yang keluhan-keluhan tersebut terjadi tanpa disadari

Sebenarnya perangkat komputer dapat menimbulkan penyakit karena pemakaiannya. Seperti penataan meja dan kursi yanga kurang pas, resolusi dari layar monitor, keyboard dan printer merupakan peralatan yang bisa berakibat penyakit pada pemakaiannya.

Agar dapat mengurangi keluhan-keluhan pada saat bekerja dengan menggunakan komputer, ada baiknya tempat yang digunakan dalam untuk melakukan aktivitas menggunakan komputer hendaknya dirancang sedemikian rupa sehingga Kesehatan dan Keselamatan Kerja Dalam penggunaan Komputer dapat diterapkan dengan baik.

1. Posisi Duduk
Pada saat bekerja menggunakan komputer posisi duduk harus diperhatikan. Disarankan, agar duduk dalam posisi tegak dan rileks juga disarankan agar salah satu dari kaki agak maju ke depan.

2. Meja Komputer

meja komputer
Meja Komputer
Agar lebih nyaman bekerja gunakanlah meja komputer yang mempunyai alat sandaran kaki dan bagian bawah meja yang luas agar kaki dapat bergerak bebas. Pengguna komputer juga harus memilih kursi dan meja yang sesuai dengan tinggi badan.. pergunakanlah kursi yang fleksibel (dapat diatur tinggi rendahnya) dan sandarannya mengikuti lekuk punggung .

3. Filter Layar Monitor
Pada saat melakukan aktifitas pekerjaan menggunakan komputer, mata akan selalu melihat kearah monitor ataupun keyboard. Karena monitor adalah layar yang sensitive dan bisa memancarkan radiasi oleh karena itu perlu adanya pemasangan filter atau screen guard pada layar monitor anda, agar keluhan pada mata dapat dihindari.

Cara-cara agar menjaga mata tetap sehat yaitu sebagai berikut :
  • Mata juga memerlukan istirahat karena itu cobalah untuk melihat pemandangan yang bisa menyejukkan mata secara rutin.
  • Jagalah kebersihan kacamata atau lensa kontak untuk menjaga kesehatan mata anda.
  • Pergunakanlah tambahan layar anti radiasi.
4.  Keyboard 
Keyboard QWERTY

Tanpa kita sadari, nyeri otot yang terjadi pada penggunaan komputer merupakan gabungan dari penggunaan kesuluruhan perangkat komputer, termasuk keyboard. Keyboard yang tetap diusulkan sebagai keyboard resmi diputuskan di Amerika Serikat untuk tetap digunakan dalam Standard Institute tahun 1968 dan melalui ISO tahun 1971 adalah keyboard yang sering kita gunakan yaitu keyboard QWERTY. Keputusan ini sebenarnya lebih memperhatikan masalah ekonomi dibandingkan masalah ergonomic.

Keyboard QWERTY belum memberikan beban yang sama pada jari pada saat pengetikan. Teknik pengetikan 10 jari dengan keyboard QWERTY tetap saja lebih memberatkan tangan kiri. Tugas tangan kiri lebih banyak melakukan pengetikan dibanding tangan kanan (lebih kurang 60% dari pengetikan). Namun sebenarnya hal ini akan lebih menguntungkan buat mereka yang biasa menggunakan tangan kiri. Namun tidak demikian halnya dengan yang biasa menggunakan tangan kanan. Tombol-tombol pada baris tengah yang paling mudah dicapai oleh jari tangan kanan maupun tangan kiri ternyata hanya ditekan 30% dari waktu pengetikan. jari-jari lebih sering melompat ke baris atas maupun baris bawah. Ini akan berpengaruh besar pada pergelangan tangan. Inilah yang sering dikeluhkan, pegal pada pergelangan tangan pada saat mengetik.

Jadi karena kita masih mengetik dengan keyboard QWERTY maka masalah nyeri otot dan pergelangan tangan akan tetap muncul. Untuk mengatasinya, pada saat mengetik apabila mulai terasa pegal maka berhentilah dan lemaskanlah pergelangan tangan dan jari. Kemudian berusahalah untuk mengetik dengan rileks (seperti orang memainkan piano) dan biasanya pada sistem pengetikan 10 jari, dianjurkan punggung tangan untuk tidak bersandar pada meja keyboard karena menyebabkan jari akan tidak leluasa bergerak pada saat mengetik apalagi untuk mengetik tombol yang ada pada bagian atas.
Keyboard klockenberg
Tapi apabila keluhan masih muncul juga maka gantilah jenis keyboard anda dengan keyboard yang katanya memperhatikan masalah ergonomi seperti keyboard KLOCKENBERG . Keyboard ini dibuat sebagai penyempurnaan dari jenis keyboard sebelumnya.

5. Printer
Printer sebagai perangkat untuk mencetak data ternyata dapat pula menimbulkan kelelahan kerja. Suara bising dari mesin printer inilah yang disinyalir sebagai penyebabnya. Untuk mengatasi kebisingan ini, gunakanlah printer yang paling rendah tingkat kebisingannya seperti printer dengan sistem laser atau inkjet.

Disadur dari: http://yanti164.wordpress.com

Keluhan Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer

Artikel Tentang Kesehatan - Dengan semakin pesatnya kemajuan teknologi maka pekerjaan manusia akan semakin dipermudah, pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat.  Salah satu dari kemajuan dibidang teknologi yang sangat populer adalah komputer.  Semakin hari semakin banyak pula para pengguna komputer dan tentu aka semakin banyak pula orang yang melakukan pekerjaannya dengan menggunakan komputer bahkan ada juga yang sampai duduk seharian di depan komputer.  Pada mulanya, hal itu tidak akan menimbulkan keluhan-keluhan yang berarti, tapi setelah sekian lama dan semakin bertambahnya orang yang melakukan pekerjaan dengan menggunakan komputer maka semakin banyak pula masalah-masalah kesehatan yang diakibatkan oleh komputer.

Ada banyak sekali keluhan-keluhan yang bersifat subyektif karena penggunaan komputer yang berlebihan oleh penggunanya, secara umum keluhan-keluhan yang biasa mereka alami adalah nyeri di leher, nyeri pada pinggang, mata terasa sakit, kepala pusing-pusing, susah kencing, nyeri pada daerah lengan, pegal dibagian kaki, sering kesemutan, bahkan ada juga yang mengalami tekanan mental.

Keluhan seperti itu sering diabaikan, tetapi jika hal tersebut terus-menerus dibiarkan, maka dapat mengganggu  produktivitas kerja.  Fenomena keluhan-keluhan subyektif ini bisa dikatakan cedera akibat tekanan kerja (Penyakit Akibat Kerja) yang terus-menerus. Keluhan-keluhan seperti ini sedikit yang dilaporkan, tetapi sangat banyak dialami oleh para pekerja yang menggunakan komputer.

Banyak hal yang bisa dilakukan agar dapat mencegah dan mengurangi keluhan-keluhan tersebut, misalnya dengan menggunakan obat yang dapat mengurangi rasa nyeri dan memperbaiki posisi duduk, sarana, dan cara kerja sehingga dapat mengurangi bahkan mencegah.   Meski pekerjaan sudah dipermudah dengan banyaknya penggunaan teknologi komputer tapi janganlah seakan-akan manusia juga disamakan dengan robot.

Walau dengan menggunakan obat pengurang rasa nyeri tidak dapat menghilangkan masalah, tetapi dengan penggunaan obat tersebut dapat mengurangi gejala-gejala namun jangan pula hal tersebut dilakukan secara terus menerus karena dapat menimbulkan masalah baru dengan penggunaan obat secara berlebihan.  Disamping, perangkat komputer yang disediakan dirancang dan disesuaikan dengan dan untuk orang di ‘dunia barat’ yang sudah kita ketahui memiliki postur badan yang berbeda dari kebanyakan orang Indonesia.

Hal ini juga diperparah oleh kurang pedulinya orang-orang yang bekerja dengan komputer. Bila keadaan terus-menerus seperti ini, akan mengakibatkan banyak jam kerja akan hilang, keuntungan perusahaan akan berkurang & biaya pengobatan akan bertambah.

Operator komputer bekerja selama berjam-jam dengan sikap duduk yang statis, dengan gerakan tangan yang berulang-ulang. Dengan keadaan itu saja, operator komputer meja memiliki risiko yang cukup tinggi untuk mendapat cedera yang bersifat kumulatif pada otot.

Faktor risiko ini akan semakin tinggi dengan lamanya durasi kerja, dengan posisi duduk yang buruk, posisi leher yang salah, tempat kerja yang kurang memadai, penempatan layar monitor komputer, keyboard, atau kertas yang salah.

Untuk menghindari atau mengurangi masalah kesehatan akibat hal tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan sikap & pengaturan kerja yang baik juga mengatur pola hidup selama & di luar jam kerja.

Sesuaikan peralatan kerja setiap akan mulai bekerja, sehingga kelelahan & cedera dapat dikurangi, seperti menyesuaikan tinggi kursi sesuai tinggi badan, meletakkan tepi atas monitor ada dalam 1 garis lurus dengan mata sehingga kepala tidak menengadah ataupun menunduk ketika melihat ke monitor, mengatur jarak monitor dengan mata ada dalam jarak membaca (sekitar 50cm) sehingga badan tidak perlu membungkuk setiap kali melihat ke monitor, & mengatur ‘refresh rate’ monitor sebesar 72Hz atau lebih sehingga mata tidak cepat lelah.

Lalu bagian punggung tersangga dengan baik oleh sandaran kursi yang empuk, menggunakan sandaran telapak kaki (footrest) sehingga posisi tungkai dalam keadaan rileks, lengan atas & bawah membentuk sudut 90 derajat saat mengetik, kedua pangkal telapak tangan bertumpu/bersandar pada meja, tidak menggantung, & menggunakan kursi dengan penyangga/sandaran lengan bawah.

Agar dapat membaca dengan nyaman, atur setting kontras & kekuatan cahaya dari monitor, tidak terlalu terang sehingga menyilaukan mata & kontras yang mencukupi sehingga tulisan di monitor mudah dibaca, menghindari adanya cahaya terang tepat di belakang atau di depan monitor, & memastikan penerangan di ruangan mencukupi untuk membaca buku/tulisan tercetak.

Menggunakan & mengatur dengan tepat headphone & mikrofon (headset) yang disediakan agar dapat mendengar dengan jelas & berbicara tanpa perlu berteriak & menghindari posisi duduk yang sama selama waktu yang lama, variasikan beberapa posisi duduk yang nyaman

Untuk mendukung kerja yang optimal & mencegah terkena gangguan kesehatan, disarankan untuk beristirahat selama 5 menit setiap bekerja selama 1 jam, istirahat ini tidak dapat digabungkan. Gunakan waktu istirahat singkat ini untuk berjalan, melakukan gerakan-gerakan olahraga ringan, atau mengambil minuman. Waktu istirahat yang lebih lama (15-30 menit) setiap 4 jam bekerja, gunakan untuk rileks/beristirahat & makan. Untuk mengurangi kelelahan mata, lihat ke luar jendela (pemandangan) atau benda yang letaknya jauh setiap 10-15 menit sekali.

Cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Kebutuhan cairan yang disarankan untuk mereka yang bekerja di ruangan ber-AC adalah sekitar 50-60cc/kgBB/hari. Jangan menahan kencing untuk mencegah infeksi saluran kemih atau terbentuknya batu di saluran kencing. Sesuaikan suhu ruangan kerja, tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Suhu yang terlalu panas akan membuat cepat lelah & emosi meningkat, sedangkan suhu yang terlalu dingin akan membuat otot menjadi kaku & lebih mudah terkena cedera.

Jika dimungkinkan, putar musik dalam volume yang pelan untuk menghindari kejenuhan & meredam emosi. Tidur dalam jumlah yang cukup, sekitar 6-8 jam/hari. Makan makanan yang bergizi lengkap, bervariasi, & seimbang, juga cukup serat (sayuran/buah). Makan berat 1-2 jam sebelum mulai bekerja sehingga ada cukup energi untuk bekerja tanpa diganggu rasa lapar atau kantuk.

Berolahraga secara teratur 2-3 kali setiap pekan. Segera berkonsultasi dengan dokter setiap kali merasakan ada gejala/keluhan di tubuh yang tidak normal sehingga dapat cepat diobati.

Dengan melakukan hal-hal di atas, gangguan kesehatan akibat bekerja dengan komputer dapat dikurangi & produktivitas/efisiensi kerja meningkat.

Sumber : http://konsulsehat.web.id/?p=78